Kamis, 04 April 2013

PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1,2,3


KELOMPOK V
ALFITA
LAILATUL BADRIYAH
DEWI KUSNILAWATI
NURMITA CAHYANI


PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER  1,2,3
Trimester 1
Ovum yang sudah dibuahi akan membentuk corpus luteum yang yang menghasilkan corionik gonadotropin oleh synsiotropoblast disekitar blastosit dan menjadi corpus luteum gravida.  Korpus tersebut akan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron untuk mempertahankan implantasi sampai placenta terbentuk.  Dengan terpeliharanya saluran uterin maka tidak akan menstruasi , ini umumnya tanda pertama kehamilan pada pada wanita yang biasanya menstruasi teratur.  pada permulaan implantasi biasanya akan terjadi terdapat spotting pada hari ke 11, setelah itu terdapat rasa nyeri dan pembesaran payudara, kelelahan dan sering kencing serta yang terakhir mual dan muntah yang dimulai sekitar 8 minggu dan mungkin berakhir usia 12 minggu kehamilan.  Tinggi fundus uteri diatas symphisis dan kenaikan berat badan 1 –2 kg.
Trimester 2
Uterus akan tumbuh terus dan pada kehamilan 16 minggu berada pada pertengahan antara symphisisi dan pusat.  Penambahan berat badan sekitar 0,4 – 0,5 kg/mg.  Energi mulai bertambah, pada kehamilan 20 minggu fundus berada dekat dengan pusat , payudara mengeluarkan kolostrum, ibu merasakan gerakan bayi dan terdapat cloasma, linea nigra dan striae gravidarum.
Trimester 3
Pada kehamilan 28 minggu  fundus berada pertengahan antara pusat dan xipoid.  Pada ucia 32 – 36 mg fundus uteri mencapai processus xipoid, payudara terasa penuh  dan nyeri tekan, sering kencing, umur kehamilan 38 minggu presentase bayi masuk/ turun kedalam panggul, sakit punggung, sulit tidur dan kontraksi brakton hicks meningkat.
Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo,DSOG., 1999, Ilmu Kebidanan, Cet-V,  Penerbit  Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirihardjo,Jakarta.




A.    SISTEM REPRODUKSI

1.      Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus. Disamping itu, serabut-serabut kolagen yang ada pun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin. Berat uterus normal lebih kurang 30 gram, pada akhir kehamilan  (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram, dengan panjang lebih kurang 20 cm dan tebal  dinding lebih kurang 2,5 cm. Serabut otot bertambah banyak, tumbuh membesar dan meregang yang    disebabkan oleh stimulasi estrogen dan progesteron, dan terjadi akibat tekanan mekanis dari dalam, yaitu janin, placenta serta cairan ketuban akan memerlukan lebih banyak ruangan. Dinding uterus menipis dan melunak ketika uterus membesar. Pada hamil aterm, tebal dinding tersebut adalah kurang dari 2,5 cm. Pembuluh-pembuluh darah uterus mengalami dilatasi hebat untuk memasok peningkatan volume darah yang sangat besar pada plasenta. Pada minggu-minggu pertama istmus uteri mengadakan hipertropi seperti korpus uteri. Hipertropi istmus pada triwulan pertama membuat istmus menjadi panjang dan lebih lunak. Hal ini dikenal sebagai tanda Hegar
Pertumbuhan rahim ternyata tidak sama ke semua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat di daerah implantasi plasenta,sehingga rahim bentuknya tidak sama, yang biasa disebut tanda Piskacek. Regangan dinding rahim karena besarnya pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan istmus uteri makin tertarik ke atas dan menipis yang disebut segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan tua karena kontraksi otot-otot bagian atas uterus, segmen bawah uterus menjadi lebih lebar dan tipis, tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis. Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik.
Hubungan antara besarnya rahim dan tuanya kehamilan penting diketahui untuk mengetahui adanya penyimpangan dari keadaan kehamilan normal. Untuk itu sebagai gambaran dapat dikemukakan sebagai berikut :
·         Pada kehamilan 16 minggu, kavum uteri seluruhnya diisi oleh amnion, dimana desidua kapsularis dan desi dua parietalis telah menjadi satu.Tingginya rahim setengah dari jarak simfisis dan pusat.Plasenta telah terbentuk seluruhnya.
·         Pada hamil 20 minggu, fundus uteri terletak dua jari di bawah pusat sedangkan pada usia kehamilan 24 minggu tepat ditepi atas pusat.
·         Pada usia kehamilan 28 minggu tinggi fundus uteri 3 jari atas pusat atau sepertiga jarak antara pusat dan prosesus xypoideus (25 cm).
·         Pada kehamilan 32 minggu tinggi fundus uteri mencapai setengah jarak antara pusat dengan prosesus xypoideus (27 cm).
·         Pada kehamilan 36 minggu tinggi fundus uteri sekitar satu jari di bawah prosesus xypoideus (30 cm),dalam hal ini kepala bayi belum masuk pintu atas panggul.
·         Pada kehamilan usia 40 minggu fundus uteri turun setinggi tiga jari di bawah prosesus xypoideus, oleh karena saat ini kepala janin telah masuk pintu atas panggul.
Uterus pada ibu hamil sering berkontraksi tanpa perasaan nyeri, juga bila disentuh, misalnya pada waktu pemeriksaan dalam, kadang-kadang kita meraba bahwa sewaktu pemeriksaan, konsistensi rahim dari lunak menjadi keras,kemudian lunak kembali.Apabila rahim sudah dapat diraba dari luar, maka kotraksi ini dapat dirasakan dengan palpasi. Kontraksi ini dianggap sebagai tanda kehamilan yang dikenal dengan nama kontraksi dari Braxton Hicks.
(Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 63)




2.      Serviks

Karena pengaruh hormone estrogen, serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan.Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat ,dan hanya 10% jaringan otot.Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kolagen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak.
Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervagina lebih banyak. Keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik. Pada akhir kehamilan serviks menjadi lunak sekali dan portio menjadi pendek dan dapat dimasuki dengan mudah oleh satu jari. Serviks yang demikian disebut serviks yang matang. (Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 54)





3.      Ovarium


            Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna kira-kira pada usia 16 minggu.Korpus luteum grafiditas berdiameter ± 3 cm, kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk. Plasenta juga mengambil alih fungsi korpus luteum untuk mengeluarkan hormone estrogen dan progesteron. Dalam dasawarsa terakhir ditemukan pada awal ovulasi hormon relaxin, suatu immunoreactive inhibin dalam sirkulasi maternal. Diperkirakan korpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin pada awal kehamilan. Kadar relaxin di sirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat pada trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga pertumbuhan janin menjadi baik hingga aterm. (Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 55)




4.      Tuba fallopi

Muskulatur tuba fallopii mengalami sedikit hipertropi selama kehamilan. Epitelium mukosa tuba menjadi gepeng selama kehamilan, disbanding pada keadaan tidak hamil. Sel-sel desidua dapat berkembang didalam stroma endosalping, tetapi suatu membran desidua kontinyu tidak terbentuk.

5.      Vagina
      Hipervaskularisasi yang menyolok terjadi di vagina. Sekresi yang banyak sekali dan warna ungu vagina yang khas pada kehamilan biasa disebut tanda Chadwick, yang mirip dengan perubahan pada serviks pada kehamilan, mungkin terutama disebabkan oleh hyperemia. Dinding vagina mengalami perubahan menyolok yang tampaknya untuk mempersiapkan distensi yang terjadi pada persalinan, dengan penambahan ketebalan mukosa yang cukup besar,pengendoran jaringan penyambung, dan hipertropi sel-sel otot polos sampai hampir sama pada uterus. Perubahan ini mempengaruhi bertambah panjangnya dinding vagina sehingga kadangkala, pada wanita yang sering melahirkan, bagian bawah dinding  vagina anterior sedikit menonjol keluar melewati muara vulva. Getah dalam vagina biasanya juga bertambah selama kehamilan dengan reaksi asam pH 3,5 – 6. Reaksi asam ini disebabkan terbentuknya acidum lakticum sebagai hasil penghancuran glikogen yang berada dalam sel-sel epitel vagina oleh basil doderlain. Dan reaksi asam ini bersifat bakterisida.
6.      Vulva dan perineum

      Selama kehamilan hipervaskularisasi dan hyperemia timbul di kulit dan otot-otot perineum dan vulva yang tampak menjadi lebih merah agak kebiruan (livide), dan terdapat perlunakan jaringan penyambung yang normalnya banyak sekali pada struktur ini.

B.     PAYUDARA

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada laktasi perkembangan payudara tidak dapat terlepas dari pengaruh hormon saat kehamilan yaitu : estrogen, progesterone dan somatomammotropin
Fungsi hormon untuk mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI dijabarkan sebagai berikut :
a.       Estrogen berfungsi menimbulkan hipertropi system saluran payudara, menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar, tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam yang menyebabkan rasa sakit pada payudara
b.      Progesteron berfungsi mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi menambah sel asinus
c.       Somatomammotropin berfungsi mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin dan laktoglobulin


Penampakan payudara pada ibu hamil :
·         Payudara menjadi lebih besar
·         Hiperpigmentasi areola dan papilla payudara menjadi lebih besar
·         Glandula Montgomery makin tampak dan papilla makin menonjol
·         Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin belum berfungsi, karena hambatan dari PIH (prolaktin Inhibiting hormone) untuk mengeluarkan ASI.

Prof,. Dr. Ida Bagus Gede Manuaba, DSOG., 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.




C.     SISTEM  ENDOKTRIN

Segala perubahan fisik yang dialami wanita hamil berhubungan dengan  beberapa system yang disebabkan oleh khusus dari hormone. Perubahan ini terjadi dalam rangka persiapan perkembangan janin, menyiapkan tubuh ibu untuk bersalin, perkembangan payudara, untuk pembentukan/produksi ASI selama masa nifas. Pada minggu-minggu pertama kehamilan, korpus luteum menghasilkan estrogen dan progesterone, yang memiliki fungsi utama untuk mempertahankan pertumbuhan desidua yang berfungsi untuk perkembangan janin. Sel-sel trofoblasta yang akan menghasilkan HCG yang berfungsi untuk mempertahankan korpus luteum sampai placenta berfungsi optimal. HCG itu dapat terdeteksi di plasma/urine ibu pada hari ke-8 sampai hari ke-9 setelah ovulasi. Kadarnya meningkat sejak implantasi hingga mencapai puncaknya pada sekitar hari ke-60 sampai hari ke-70. setelah itu konsentrasinya menurun secara bertahap sampai titik terendah dicapai pada hari ke-100 sampai 130.
Placenta berfungsi untuk mengekskresikan HCG, estrogen, progesterone, laktogenik, dan relaksin. Pada kehamilan, sekresi kelenjar hypofise umumnya menurun, selanjutnya meningkatkan sekresi semua kelenjar endokrin. Prolaktin akan meningkat secara berangsur0angsur menjelan akhir kehamilan, fungsi prolaktin disupresi sampai placenta dilahirkan dan kadar estrogen menurun. Berikut perubahan sistem endokrin pada masa kehamilan.

(Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 56)



1.      Hormon placenta
Sekresi kelenjar placenta dan HCG dari placenta mengubah organ endokrin secara langsung. Peningkatan kadar estrogen menyebabkan produksi globulin meningkat dan menekan produksi tiroksin, kortikostiroid, dan steroid, dan akibatnya plasma yang mengandung hormon-hormon ini akan meningkat jumlahnya, tetapi kadar hormon bebas tidak mengalami peningkatan besar.

2.      Kelenjar hypofisis
berat kelejar hypofisis anterior, meningkat sampai 30-50% yang menyebabkan wanita hamil menderita pusing. Sekresi prolaktin, hormon adrenokortikotropik, hormon tirotropik dan melanocyt stimulating hormon meningkat. Produksi hormon perangsang folikel dan luteinizing hormon dihambat oleh estrogen dan progesteron placenta. Efek meningkatnya sekresi prolaktin adalah ditekannya produksi estrogen dan progesteron pada masa kehamilan. Setelah placenta lahir, konsentrasi prolaktin plasma akan menurun. Penurunan ini akan terus berlangsung sampai saat ibu menyusui.tetapi prolaktin masih tetap diproduksi karena adanya rangsanagn isapan ayi yang juga menstimulasi produksi air susu. Penelitian terbaru mengatakan tidak ada bukti akurat yang dapat membuktikan kontraksi yang disebabkan

3.      Kelenjar tiroid
dalam kehamilan, normalnya ukuran kelenjar tiroid akanmengalami pembesaran kira-kira 13 % karena adanya hiperplasi jaringan glandula dan peningkatan voskularitas. Secara fisiologis akan terjadi peningkatan ambilan iodin sebagai kompensasi kebutuhan ginjal terhadap iodin yang meningkatkan laju filtasi glomerulus. Beberapa penelitian juga menjelaskan penyakit gondok disebabkn oleh karena defisiensi iodin. Kadang-kadang kehamilan menunjukkan hipertiroid, fungsi tiorid biasanya normal. Namun peningkatan konsentrasi T4 (tiroksin) dan T3 (triodotironin) juga dapat merangsang peningkatan laju metabolisme basal. Hal ini desebabkan oleh produksi estrogen stimulated hepatik dari tiroksin yang menekan globulin.

4.      Kelenjar adrenal
Kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak kortisoltermasuk ACHT plasma bebas dan kortikosteroid karena dirangsang oleh estrogen. Hal in terjadi pada UK 12 minggu sampai masa aterm. Kortisol bebas menekan produksi ACHT, sehingga adanya gangguan feed-back. Kortisol yang meningkat ini mempunyai efek yang berlawanan dengan insulin. Dengan adanya kadar glukosa dalam darah, adanya asam lemak dan produksi glikogen, dan menurunnya tingkat penyebaran glukosa oleh otot dan lemak, dapat membuat kebutuhan fetus akan glukosa terpenuhi. Peningkatan konsentrasi kortisol bebas pada saat masa kehamilan juga mneyebabkan hiperglikemia pada saat setelah makan.



Perubahan hormonal pada kehamilan mengakibatkan perubahan fisiologis pada waktu kehamilan. Adapun beberapa masalah fisiologis umum yang dihadapi akibat perubahan hormonal adalah:


Tabel fisiologis masalah umum selama hamil
Keluhan
fisiologis
intervensi
Trimester I
1.      Perubahan payudara, terasa lembek, geli, dan nyeri


2.      rasa letih, lesu, lemah



3.      mual dan muntah




4.      hidung tersumbat, kadang mimisan

5.      keputihan



Akibat peningkatan hormon somatomamotropin, estrogen, dan peningkatan progesteron
Adanya peningkatan hormon progesteron, estrogen, dan HCG pada awal kehamilan
Perubahan HCG




Hiperemia mukosa mulut karena peningkatan estrogen
Peningkatan estrogen

Hanya sementara, atasi dengan kompres hangat



Istirahat secukupnya



Makan dalam porsi sedikit tapi sering, minum teh hangat, hindari makanan berbau tajam dan berbumbu
Irigasi dengan inhaler, dan hindari trauma

Sulit dicegah, rawat dengan menjaga kebersihan vulva
Trimester II
1.      Pigmentasi, jerawat, kulit berminyak
2.      tahi lalat bertambah

3.      telapak tangan merah


4.      sering pingsan

5.      perasaan terbakar pada dada

6.      sembelit

Hormon MSH dari hipofisis anterior
Dilatasi arteriole akibat peningkatan estrogen
Hiperestrogen


Gangguan vasomotor/hormonal
Progesteron memperlambat gerak usus

Saluran pencernaan lambat akibat progesteron meningkat

Sembuh sendiri selama laktasi dan ifas
Sembuh sendiri selama laktasi
Menghilang seminggu postpartum

Latihan fisik ringan

Hindari makanan mengandung gas dan lemak
Latihan fisik ringan, minum air 6 gelas sehari
Trimester III
Rasa khawatir dan cemas

Penyesuaian hormonal

Relaksasi
Helena Farrer, 2001, Perawatan Maternitas, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.







D.    SISTEM KEKEBALAN

Sistem kekebalan atau imunitas adalah suatu sistem pertahanan yang digunakan untuk melindungi tubuh dari infeksi penyakit atau kuman. Penyakit atau kuman ini berupa protein asing yang berbeda dari protein tubuh kita, dan sering disebut antigen. Karena dianggap sesuatu yang asing, maka antigen ini harus disingkirkan, dinetralisir, atau dihancurkan. Yang bertugas melakukan ini salah satunya adalah sistem pertahanan tubuh yang dikenal dengan antibodi.

Macam – macam system pertahanan Tubuh

Antibodi adalah suatu zat yang dibentuk oleh tubuh, yang berasal dari protein darah jenis gama-globulin dan berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke dalam tubuh. Berbagai jenis antibodi bekerja dengan beberapa cara untuk melawan antigen:
a.       opsonin adalah antibody yang bekerja dengan merangsang leukosit untuk menyerang antigen atau kuman
b.      Lisin adalah antibodi yang bekerja dengan cara menghancurkan antigen (lisis)
c.       Presipitin adalah antibody yang bekerja dengan cara mengendapkan antigen  (presipitasi)
d.      Aglutinin adalah antibody yang bekerja dengan cara mengumpulkan antigen (aglutinasi)
Umumnya yang bertugas melawan para antigen ini adalah kelompok sel darah putih (leukosit). Ada bermacam – macam leukosit dengan berbagai fungsi berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam plasma, leukosit di bagi menjadi :
1.      Leukosit bergranula (granulosit)
·         Neutrofil
·         Eosinofil
·         Basofil

2. Leukosit tidak bergranula (agranulosit)
·         Limfosit
·         Monosit


1. Neutrofil
Plasmanya bersifat netral, inti selnya berjumlah banyak (polimorf) dengan bentuk bermacam-macam. Neutrofil melawan antigen dengan cara memakannya (fagositosis). Selain melakukan fagositosis terhadap kuman, neutrofil juga memakan jaringan tubuh yang rusak atau mati.

2. Eosinofil
Plasmanya bersifat asam. Itulah sebabnya eosinofil akan tampak berwarna merah tua bila ditetesi eosin. Eosinofil juga bersifat fagosit dan jumlahnya akan meningkat jika tubuh terkena infeksi.

3. Basofil
Plasmanya bersifat basa. Berwarna biru jika ditetesi larutan basa. Basofil juga bersifat fagosit. Selain itu, basofil mengandung antikoagulan (anti penggumpalan darah), yaitu heparin.


4. Limfosit
Limfosit tidak dapat bergerak dan berinti satu. Ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil. Limfosit berfungsi untuk membentuk antibodi.


5. Monosit
1.      Monosit dapat bergerak seperti Amoeba dan mempunyai inti yang bulat/bulat panjang. Monosit diproduksi pada jaringan limfe (getah bening) dan bersifat fagosit.

 Varney, H., Varney Midwifery, Third Editition, 1997





E.     SISTEM PEKEMIHAN

Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). (Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 59)





Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan sehingga sering timbul kencing. Dan keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada kehamilan normal , fungsi ginjal cukup banyak berubah, laju filtrasi glomelurus dan aliran plasma ginjal meningkat pada kehamilan. Ginjal wanita harys mengakomodasi tuntutan metabolism dan sirkulasi tubuh ibu meningkat dan juga mengekskresi produk sampah janin. Fungsi ginjal berubah karena adanya hormone kehamilan, peningkatan volume darah. Postur wanita, akhtivitas fisik ataupun asupan makanan . sejak minggu ke-10 gestasi, pelvic ginjal dan uterer berdilatasi .
Ginjal pada saat kehamilan sedikit bertambah besar , panjangnya bertambah 1-1,5 cm, volume renal meningkat 60 ml dari 10 ml pada wanita yang tidak hamil. Uterer berdilatas, perubahan fungsi ginjal selama kehamilan mungkin dipengaruhi oleh hormone maternal dan plasenta termasuk( adenocorticotrofik hormonal(ACTH), ADH ( Anti Diuretic Hormon) ,aldostro,aldosteron, kortisol, HCS, dan hormone tiroid. Filtrasi glomerulus meningkat sekitar 50% selama kehamilan peningkatannya dari awal kehamilan relative yang tinggi sampai aterm dan akan kembali normal pada 20 minggu post partum . Glukosuria pada kehamilan tidak selamanya abnormal, hal ini mungkin berhubungan dengan peningkatan kortikosteroid. Bila sering terjadi harus sering kita wapadai terjadi diabetes minitus . peningkatan glukosa ini juga mempermudah terjadinya infeksi pada saluran perkemihan. Protein urine secara normal dieksresikan 200-300 mg/hari, bila melebihi 300 mg/hari, maka harus diwaspadai terjadinya komplikasi.
(Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 57-58)
F.      SISTEM PENCERNAAN

Perubahan rasa tidak enak diulu hati disebabkan karena perubahan posisi lambung dan aliran balik asam lambung ke esophagus bagian bawah, Produksi asam lambung menurun. Sering terjadi nausea dan muntah karena pengaryh HCG , tonus otot-otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus berkurang. Makanan lebih lama di dalam lambung dan apa yang dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus. Savila atau pengeluaran air liur berlebihan daripada biasanya, Rasa mual baik yang sedang maupun berat dengan atau tanpa terjadinya muntah setiap saat siang maupun malam. Apabila terjadi  pada pagu hari sering disebut “ Morning Sickness”. Hipersalivasi sering terjadi sebagai kempensasi dari mual yang muntah terjadi. Pada beberapa wanita adanya  ( ngidam makanan ) yang mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah. Kondisi lainnya adalah “Pica” (Mengidam) yang sering dikaitkan dengan anemia akibat defisiensi zat besi ataupun adanya suatu tradisi.
 (Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 58)





G.    SISTEM MUSCULOSKELETAL


Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada muskuloskeletal akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, terjadi relaksasi dari jaringan liat, kartilago, dan ligamentjuge meningkatan jumlah cairan synovial. Bersamaan dua keadaan tersebut meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas persendian. Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan biasanya normal apabila asupan nutrisinya khususnya produk susu terpenuhi. Tulang dan gigi biasanya tidak berubah pada kehamilan normal.
            Karena pengaruh hormone estrogen dan progesterone , terjadi relaksasi dari ligamen-ligamen dalam tubuh menyebabkan peningkatan mobilitas dari sambungan / otot terutama pada otot-otot pada pelvix. Bersamaan dengan membesarnya ukuran uterus menyebabkan perubahan yang drastis pada kurva tulang belakang yang biasanya menjadi salah satu cirri pada aeorang ibu hamil. Perubahan-perubahan tersebut dapat meningkatkan ketidak nyamanan dan rasa sakit pada bagian belakang yang bertambah seiring dengan penambahan umur kehamilan.
(Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 67)



H.    SISTEM KARDIOVASKULAR / SIRKULASI DARAH

Sirkulasi darah ibu bagi kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi keplasenta, uterus membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mammae dan alat lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume plasma maternal mulai meningkat pada saat 10 minggu usia kehamilan dan terus menerus meningkat sampai 30-34 minggu sampai ian mencapai titik maksimum.
Perubahan rata-rata volum plasma maternal berkisar antara 20-100%. RBC meningkat 18% tanpa suplemen0suplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang lebih besar yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena volume plasenta meningkat rata-rata 50% sementara RBC meningkat hanya 18-30% , maka terjadi penurunan hematrokrit selama kehamilan normal sehingga disebut anemia fisiologis,
Tekanan darah  akan turun selama 24 minggu pertama kehamilan akibat terjadi penurunan dalam pesifer vaskuler resistance yang disebabkan oleh pengaruh peregangan otot halus dan progesteron.  Tekanan sistolik akan turun sekitar 5-10 mmHg dan diastolic pada 10-15 mmHg. Selama kehamilan normal cardiac output meningkat sekitar 30-50% dan mencapai level maksimumnya selama trimester pertama,kedua dan ketiga tetap tinggi selama proses persalinan
(Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 58-59)



I.       INTEGUMENT / KULIT


Perubahan keseimbangan hormone dan peregangan mekanis menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam system integument selama masa kehamilan. Perubahan yang umum terjadi adalah hidratarang , khususnya sesudah kehamilan 20 minggu keatas. Akan tetapi bila dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita cukup hemat dalam pemakaian tenaga.
            BMR kembali setelah hari kelima atau keenam pasca pertumbuhan . Peningkatan BMR mencerminkan peningkatan kebutuhan oksigen di unit janin, plasenta,uterus serta peningkatan konsumsi oksigen akibat peningkatan kerja jantung ibu. Pada kehamilan tahap awal banyak wanita mengeluh merasa lemah dan letih setelah melakukan akhtivitas ringan. Perasaan ini sebagaian dapat dapat disebabkan oleh peningkatan akhtivitas metabolik.
1)      Berat badan dan indeks masa tubuh
Pada 2 bulan pertama kenaikan belum terlihat tetapi baru tampak dalam bulan ke tiga
2)      Darah dan pembekuan darah
Kehamilan menghasilkan perubahan dalam harga-harga normal berbagai hasil pemeriksaan laboratorium. Perubahan ini terjadi karena :
a)      Perubahan fungsi endokrin manternal
b)      Tumbuhnya plasenta yang juga berfungsi sebagai alat endokrin kebutuhan metabolisme yang meningkat karena pertumbuhan janin.

Tabel. Harga normal hasil pemeriksaan laboratorium pada wanita hamil

Jenis pemeriksaan
Nilai
Mekanisme
Hemoglobin
Turun sampai 10%
Hemodilusi karena kenaikan volume darah
Hematokrit
Turun sampai 30%
Hemodilusi karena kenaikan volume darah
Lekosit
Naik s.d 15.000/ mmg3
Respon terhadap naiknya kortikosteroid
KED
Naik s.d 40mm / jam
Naiknya fibrinogen,hemodilusi
Kalium
Turun s.d 3 meq /1
Alkalosis respirasi
Na-Cl
Tidak berubah

BUN
Kreatinin
Turun s.d 5-10 mg %
Turun s.d 0,3-0,8 mg%
Naiknya GFR, Hemodilusi
Gula darah puasa
Batas atas turun s.d 90 mg %
Naiknya insulin
Gula darah 2 jam post prandial
Batas atas naik s.d 145 mg %
HPL, estrogen

J.       METABOLISME

Pada wanita hamil normal terjadi banyak perubahan hormonal dan metabolik, yang dipengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada kehamilan normal, kadar glukosa plasma ibu menjadi lebih rendah secara bermakna, karena:
1.      Ambilan glukosa oleh aliran darah plasenta meningkat
2.      Produksi glukosa dari hati menurun
3.      Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesi menurun)
4.      Efektifitas ekskresi ginjal meningkat
5.      Efek hormon-hormon gestasional(human plasental lactogen, hormon-hormon plasenta lainnya, hormon-hormon ovarium, hormon pankreas dan adrenal, growth factor dan sebagainya)
Dalam kehamilan, terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin, sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar darah ibu. Insulin ibu dapat mencapai janin, sehingga kadar gula darah ibu mempengaruhi kadar gula darah janin.
Pengendalian kadar gula darah terutama dipengaruhi oleh insulin, di samping hormon estrogen, steroid dan plasenta laktogen. Akibat lambatnya resorbsi makanan, terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan ini menyebabkan kebutuhan insulin meningkat. Menjelang aterm kebutuhan insulin meningkat hingga 3 kali dari keadaaan normal. Hal ini disebut tekanan diabetojenik dalam kehamilan. Secara fisiologis, telah terjadi resistensi insulin. Yang menjadi masalah, bila seorang ibu tidak mampu meningkatkan insulin, sehingga ia relatif hipoinsulin yang mengakibatkan hiperglikemia atau diabets kehamilan.
Glukosa yang tidak masuk sel tubuh, akan tertimbun di dalam darah. Setelah mencapai kadar tertentu, glukosa tersebut juga akan muncul dalam air seni. Jika terdapat dalam air seni, glukosa akan menarik lebih banyak air bersamanaya . Dengan demikian, menyebabkan bertambahnya volume air seni. Karena terjadi pengeluaran air seni yang berlebihan, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga terjadi rasa haus yang berlebihan.
Ketika dalam sel tidak terdapat cukup glukosa karena kurangnya jumlah insulin, meski sebenarnya dalam darah terdapat glukosa berlebihan, sel-sel ini jadi 'kelaparan'. Hal ini menyebabkan peningkatan nafsu makan, sehingga penderita DM (diabetes melitus) ingin makan lebih banyak.
Untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan, sel yang "kelaparan" mulai memecahkan lemak dan protein yang ada di dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan turunnya berat badan dan rasa lelah. Jika kadar glukosa dalam darah sangat tinggi, beberapa orang menjadi mudah tersinggung. Selain itu, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.
Tidak semua penderita diabetes mengalami gejala ini. Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala apapun ; pada keadaan ini. Diketahui bahwa mereka ternyata menderita penyakit DM lewat pemeriksaan laboratorium. Resistensi insulin juga dapat di sebabkan adanya hormon estrogen, progesteron, kortisol, prolaktin dan plasenta laktogen. Hormon tersebut mempengaruhi reseptor insulin pada sel, sehingga mengurangi afinitas insulin.

Cunningham, Mac Donald dan Gant, 1995, Obstetri William, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.DepkesRI, Konsep Dasar Asuhan Kebidanan, 2003,Jakarta

K.    BERAT BADAN DAN INDEKS MASA TUBUH ( IMT )

Cara menghitung indeks masa tubuh ( IMT )
Berat badan ( BB ) 80kg, dan tinggi badan (TB) = 160 cm  (1,6 m)


Dengan nilai 31,25 Kg/m² anda sudah termasuk dalam kategori kegemukan (Obesitas).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas) dan jika IMT > 25 – 29,9 maka orang tersebut di kategorikan dalam kondisi Overweight (kelebihan berat badan).


 Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas) dan jika IMT > 25 – 29,9 maka orang tersebut di kategorikan dalam kondisi Overweight (kelebihan berat badan).

Berikut Tabel Klasifikasi Nilai IMT :

 
L.     DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH
Skema pembekuan darah :

Plasma Darah

·         Air : 91-92 %
·         Protein plasma terdiri : albumin, globulin, fibrinogen, protrombin
·         Albumin : 4,5 g%, berfungsi menyebabkan tekanan osmotik pada membran kapiler, dan mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk kedalam ruang interstitial.
·         Jika kadar albumin rendah (hipoalbumin) → tekanan osmotik rendah → cairan darah masuk jaringan → udem


·         Globulin : 2,5 g%, terdiri globulin α, β, γ
·         Globulin α, βberfungsi untuk mengangkut protein yang dapat bergabung denganya
·         Globulin γ berfungsi membentuk antibodi.
·         Fibrinogen : 0,3 g%, berfungsi untuk proses pembekuan darah
·         Protrombin : berfungsi untuk proses pembekuan darah


·         Unsur anorganik : Na, K, Ca, Mg, Fe, I dll
·         Unsur organik : urea, asam urat, kreatinin, glukose, asam lemak, asam amino, enzim, hormon.

Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Berbagai gejala kehamilan akan datang di trimester kehamilan pertama ini misalnya pembesaran payudara, sering buang air kecil, konstipasi, mual muntah, merasa lelah, sakit kepala, pusing, emosional, dan peningkatan berat badan.
Kalendar kehamilan berikut ini memberikan informasi yang cukup memadai mengenai apa yang terjadi pada tubuh ibu dan janin yang dikandungnya dari minggu pertama hingga saat menjelang persalinan.


Trimester Pertama


Minggu 1
Tubuh Ibu akan banyak berubah dalam 3 bulan pertama kehamilan. Janin berkembang di dalam rahim Ibu, perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood, keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di awal kehamilan. Ibu tidak usah khawatir karena semua kejadian ini normal dialami dalam kehamilan. Seiring dengan bertambahnya waktu, semakin besarnya kehamilan, maka keluhan ini perlahan-lahan akan menghilang. Makanlah asupan nutrisi yang bergizi karena trimester pertama adalah masa paling penting di dalam pertumbuhan organ janin (organogenesis). Setiap kehamilan berbeda, dan kehamilan Ibu akan memiliki keunikan tersendiri.
Jaga kondisi tubuh Ibu
Umur janin dihitung berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir. Hal ini dilakukan karena sulit untuk menentukan secara pasti kapan Ibu mengalami ovulasi (matang dan keluarnya sel telur dari indung telur), dan kapan sel sperma membuahi sel telur tersebut. Jadi karena perhitungan kehamilan dimulai pada minggu terakhir ketika Ibu menstruasi, berarti umur dari janin yang dikandung Ibu adalah usia kehamilan dikurangi 2 minggu.


MINGGU 2
Bersiap-siap ovulasi
Keajaiban awal mula kehidupan diawali dengan bertemunya sel sperma dan sel telur di saluran tuba. Hanya 1 sperma yang mampu memasuki sel telur dan membuahinya.
Apabila siklus menstruasi Ibu adalah 28 hari, maka Ibu akan berada di masa subur pada akhir minggu ini. Hal ini dikarenakan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) terjadi pada pertengahan siklus menstruasi (12-14 hari). Jadi mingu ini adalah saat paling tepat untuk terjadinya pembuahan. Minggu ke-2 adalah berakhirnya masa haid dan masuk ke masa proliferasi (lapisan endometrium rahim mengadakan proliferasi atau pertumbuhan rahim untuk mempersiapkan kehamilan). Hormon estrogen mulai meningkat dan menyebabkan lapisan endometrium tumbuh atau berproliferasi. Hormon FSH yang dihasilkan oleh tubuh akan berfungsi untuk membantu mengembangkan 1 atau beberapa folikel menjadi sel telur yang matang. Sel telur matang akan berjalan dari indung telur ke saluran tuba dan menunggu untuk dibuahi.
Akhir minggu ini, adalah waktu Ibu berovulasi. Apabila ibu berhubungan seksual tanpa pelindung, maka setelah pasangan Ibu ejakulasi, 200 – 300 juta sperma berenang di dalam vagina, jutaan sperma yang mampu mencapai rongga rahim dan tuba, hanya sekitar 300 – 500 sel sperma yang mampu mencapai ampula tuba (dimana sel telur menanti dibuahi), dan hanya 1 sel sperma yang mampu memenangkan persaingan dari jutaan sel sperma lainnya pada akhir perjalanan.
Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehamilan. Nutrisi adekuat, olahraga, dan istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu. Jika berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum kehamilan, Ibu memerlukan asupan kalori sebesar 2200 kalori setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester pertama). Selama trimester kedua dan ketiga, Ibu memerlukan tambahan 300 kalori perhari. Kalori tambahan dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk Ibu maupun janin.

MINGGU 3
Ibu masih belum tahu aku ada, aku masih terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop. Umurku 1 minggu saat ini. Masih 37 minggu lagi!

  Derek L and Jones, Dasar – Dasar Obstetri dan Gynekologi, 2003, Edisi 6



M.   SISTEM PERNAFASAN

Adaptasi ventilasi dan structural selama masa hamil bertujuan menyediakan kebutuhan ibu dan janin. Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap percepatan laju metabolic dan peningkatan kebutuhan. Oksigen jaringan uterus dan payudara. Janin membutuhka oksigen dana suatu cara untuk membuang karbon dioksida.
            Peningkatan kadar estrogen menyebabkan ligamentum pada kerangka iga berelaksasi sehingga ekspansi rongga dada meningkat.
            Wanita hamil bernafas lebih dalam tetapi frekuensi nafasnya hanya sedikit meningkat. Peningkatan Volume  tidak pernafasan yang berhubungan dengan frekuensi nafas normal menyebabkan peningkatan volum nafas satu menit sekitar 26%. Peningkatan volum nafas satu menit disebut hiperventilasi kehamilan, yang menyebabkan kensentrasi karbon dioksida dialveoli menurun. Beberapa wanita mengelu dispnu saat istorahat.

N.    SISTEM PERSYARAFAN

Hanya sedikit yang diketahui tentang perubahan fungsi system        neurologi selama masa hamil, selqin perubahan – perubahan neurohormonal hipotalamik- hipofisis.(Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 60)
Perubahan pisiologik spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala neurologis dan neuromuscular berikut:
1)      Kompresi syaraf punggul atau statis vascular akibat pembesaran uterus dapat menyebabkan perubahan sensori di tungkai bawah.
2)      Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada syaraf atau kompresi akar syaraf.
3)      Edema yang melibatkan syaraf perifer dapat menyebabkan carpal turnnel syndrome  selama trimester akhir kehamilan. Edema menekan syaraf median dibawah ligamentum karpalis pergelangan tangan. Sindrom ini ditandai oleh parastesia (sensasi abnormal seperti rasa terbakar atau gatal akibat gangguan pada system syaraf sensori) dan nyeri pada tangan yang menjalar kesiku. Tangan yang dominan biasanya paling bayak terkena.
4)      Akrotesia (rasa gatal ditangan) yang timbul akibat posisi bahu yang membungkuk, dirasakan oleh beberapa wanita selama hamil. Keadaan ini berkaitan dengan tarikan pada segmen fleksus brakialis.
5)      Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul saat merasa cemas dan tidak pasti tentang kehamilannya. Nyeri kepala dapat juga dihubungkan dengan gangguan peneliatan, seperti kesalahan reflaksi, sinusitis, atau migren.
6)      Nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan (sinkop) sering terjadi pada awal kehamilan. Ketidak stabilan vasomotor.
Helena Farrer, 2001, Perawatan Maternitas, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.















SUMBER PUSTAKA

1.      Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo,DSOG., 1999, Ilmu Kebidanan, Cet-V,  Penerbit  Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirihardjo,Jakarta.
2.      Prof,. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG., 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
3.      Helena Farrer, 2001, Perawatan Maternitas, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
4.      Cunningham, Mac Donald dan Gant, 1995, Obstetri William, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.DepkesRI, Konsep Dasar Asuhan Kebidanan, 2003,Jakarta
5.      Derek L and Jones, Dasar – Dasar Obstetri dan Gynekologi, 2003, Edisi 6
6.      Varney, H., Varney Midwifery, Third Editition, 1997
7.      Salmah, Hj,dkk. Asuhan Kebidanan Antenatal.Jakarta. EGC.
8.      Wiknjosastro, Hanifa. 2006. Ilmu Kebidanan.Jakarta: YBP-SP
9.      Perawatan ibu hamil ( asuhan ibu hamil)
10.  Yuni kusmiyati SST, DKK
11.  Heni puji wahyuningsih
12.  Sujiyati.S.SIT
13.  YOGYAKARTA, PENERBIT FITRAMAYA,2009



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar