Sabtu, 08 Februari 2014

Diagnosis Kehamilan Ektopik


Kehamilan ektopik adalah buah kehamilan yang hidup diluar kandungan, umumnya terjadi di tuba falopii. Gejala-gejala kehamilan ektopik beraneka ragam sehingga pembuatan diagnosa kadang-kadang menimbulkan kesulitan, khususnya kehamilan ektopik yang belum terganggu sulit untuk dibuat diagnosis. Gejala-gejala yang perlu diperhatikan ialah :

1. Adanya amenorea : amenorea sering ditemukan walaupun hanya pendek saja sebelum diikuti oleh perdarahan, bahkan kadang-kadang tidak ada amenorea.

2. Perdarahan : gangguan kehamilan sedikit saja sudah dapat menimbulkan perdarahan yang berasal dari uterus. Perdarahan dapat berlangsung kontinyu dan biasannya berwarna hitam.

3. Rasa nyeri : nyeri perut merupakan gejala penting. Pada kehamilan ektopik yang terganggu rasa nyeri perut bawah bertambah sering dan keras.

4. Keadaan umum penderita : tergantung dari banyaknya darah yang keluar dari tuba, keadaan umum ialah kurang lebih normal sampai gawat dengan syok berat dan anemi. Pada abortus tuba yang sudah berlangsung beberapa waktu suhu badan agak meningkat dan terdapat leukositosis. Hb dan hemmatokrit perlu diperiksa pada dugaan KET.

5. Perut : pada abortus tuba terdapat nyeri tekan di perut bagian bawah di sisi uterus dan pada pemeriksaan luar atau pemeriksaan bimanual ditemukan tumor yang tidak begitu padat, nyeri tekan dan dengan batas yang tidak rata di samping uterus. Hematokel retrouterina dapat ditemukan. Pada ruptura tuba perut menegang dan nyeri tekan dan dapat ditemukan cairan bebas dalam rongga peritoneum. Kavum douglas menonjol karena darah yang berkumpul di tempat tersebut. Baik pada abortus tuba maupun pada ruptura tuba gerakan pada serviks nyeri sekali.

Pemeriksaan untuk Membantu Diagnosis
Gejala-gejala ruptura tuba begitu khas sehhingga tidak memerlukan cara-cara pemeriksaan lain untuk menegakkan diagnosis. Dewasa ini pemeriksaan dengan USG dapat menegakkan diagnosis apakah ada kehamilan intreuterin disamping ada kehamilan ektopik.

1. Tes Kehamilan
Apabila positif, itu dapat membantu diagnosis khususnya terhhadap tumor-tumor adneks yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehamilan. Tes kehamilan yang negatif tidak banyak artinya, umumnya tes ini menjadi negatif beberapa hari setelah meninggalnya mudigah.

2. Laparaskopi
Laparaskopi merupakan cara pemeriksaan yang sangat penting untuki diagnosis kehamilan ektopik pada umumnya dan kehamilan yang tidak terganggu. Dengan cara pemeriksaan ini dapat dilihat denganmata sendiri perubahan-perubahan pada tuba.

3. Kuldosentesis
Kulsosentesis dilakukan dengan menusukkan jarum dengan lumayan yang agak besar di kavum dauglas di garis tengah belakang serviks uteri, serviks ditarik ke atas dan sedikit keluar. Adanya darah yang dihisap berwarna hitam (darah tua) biarpun sedikit, membuktikan adanya darah di kavum dauglas. Jika yang dihisap darah baru, ini mungkin dari pembuluh darah dinding vagina yang dicoblos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar